Usia manusia tak akan lama. Jejak tak akan pernah ada bagi
seorang jelata. Sejarah tak akan pernah mengukirnya. Kecuali memang seorang
tokoh yang besar bangsa dan sejenisnya.
Setiap manusia diberi kesempatan belajar dalam kehidupannya.
Ada yang cepat menangkap dan ada pula yang begitu lamban menerima meskipun cara
sederhana sudah dipaparkan di depan mata. Ketekunan dan keuletan pun akhirnya
menjadi kuncinya.
Di dunia ini tak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia
memiliki dua sisi yang berbeda ada baik dan juga buruk. Hanya persentase yang
membedakannya. Seburuk apapun manusia, memiliki nilai kebaikan yang tak bisa
didapat dalam proses kehidupan sembarangan orang karena perbedaan jalan yang
tertepuh. Begitu pula dengan sebaik apapun manusia, pun pasti ada sisi buruk
yang sulit untuk dihilangkan dan butuh masukan dari setiap orang yang mampu
menekan sisi buruk tersebut berdasarkan pengalaman dalam proses kehidupan yang
berbeda. Karena tak hanya peristiwa baik, dalam peristiwa burukpun ada nilai
dan pelajaran yang bisa kita petik untuk perbaikan dalam kehidupan.
Jika kita tidak bisa banyak berbuat baik kepada sesama
karena keterbatasan materi hingga waktu kita. Sedikit sudut pandang dan catatan
sejarah mungkin bisa kita sajikan dalam memperkaya proses pembelajaran sesama.
Atau minimal, anak dan cucu kita supaya lebih bijak dalam menjalani kehidupan
dan tidak terjatuh pada lubang yang sama seperti pengalaman orang tuanya. Oleh
sebab itu, catatan ini hanya sedikit upaya bagi saya untuk meninggalkan
kenangan sejarah kecil melalui tulisan yang juga tak seberapa. Ambil baiknya
saja.
Anton Cakman
Komentar
Posting Komentar