Langsung ke konten utama

About


Usia manusia tak akan lama. Jejak tak akan pernah ada bagi seorang jelata. Sejarah tak akan pernah mengukirnya. Kecuali memang seorang tokoh yang besar bangsa dan sejenisnya.

 Setiap manusia diberi kesempatan belajar dalam kehidupannya. Ada yang cepat menangkap dan ada pula yang begitu lamban menerima meskipun cara sederhana sudah dipaparkan di depan mata. Ketekunan dan keuletan pun akhirnya menjadi kuncinya.

 Di dunia ini tak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia memiliki dua sisi yang berbeda ada baik dan juga buruk. Hanya persentase yang membedakannya. Seburuk apapun manusia, memiliki nilai kebaikan yang tak bisa didapat dalam proses kehidupan sembarangan orang karena perbedaan jalan yang tertepuh. Begitu pula dengan sebaik apapun manusia, pun pasti ada sisi buruk yang sulit untuk dihilangkan dan butuh masukan dari setiap orang yang mampu menekan sisi buruk tersebut berdasarkan pengalaman dalam proses kehidupan yang berbeda. Karena tak hanya peristiwa baik, dalam peristiwa burukpun ada nilai dan pelajaran yang bisa kita petik untuk perbaikan dalam kehidupan.

 Jika kita tidak bisa banyak berbuat baik kepada sesama karena keterbatasan materi hingga waktu kita. Sedikit sudut pandang dan catatan sejarah mungkin bisa kita sajikan dalam memperkaya proses pembelajaran sesama. Atau minimal, anak dan cucu kita supaya lebih bijak dalam menjalani kehidupan dan tidak terjatuh pada lubang yang sama seperti pengalaman orang tuanya. Oleh sebab itu, catatan ini hanya sedikit upaya bagi saya untuk meninggalkan kenangan sejarah kecil melalui tulisan yang juga tak seberapa. Ambil baiknya saja.

 Anton Cakman


Komentar